Rabu, 04 November 2009

Ringkasan Kuliah Umum 28 Oktober 2009

Website terdiri dari berbagai jenis sesuai tujuannya, di antaranya yaitu :

* Blog, web yang berisi artikel-artikel yang berkaitan dengan hal apa saja.
* Shopping/E-commerce berisi penjualan produk-produk serta fasilitas transaksi
* Company profile berisi profile-profile perusahaan yang dapat kita lihat dan akses secara public
* Photo, berisi fasilitas untuk upload foto dan sharing, misalnya photobucket.com
* News, berisi informasi yang sedang aktual dan berita-berita tentang peristiwa yang sedang terjadi.

Unsur-unsur dari suatu website :

1. Content / isi. Isi suatu web dapat berbagai macam tergantung pada tujuan web tersebut dibuat.
2. Presentation/format; tampilan layout merupakan suatu hal yang penting dalam suatu website. Dimana tampilan yang baik dan canggih lebih memberi kenyamanan dan kemudahan user dalam mengaksesnya.
3. How to accomplish /implementasi :

1. Technical Requirements (storage, bandwidth/ data transfer, DB ,dll)
2. Programming & system / CMS (Joomla,Mambo,wordpress,Magento,dll)
3. Maintenance
4. Marketing/promotion

Dalam suatu web juga terdapat programmingnya, yaitu
- Berbasiskan Linux/UNIX terdiri dari Php & Mysql, Perl/CGI, Ruby on Rails
- Berbasiskan Windows terdiri dari ASP/NET
- Java, dll
How to setup the website :
- cari website yang capable
- cari domain name yang sesuai (kurang lebih 100 ribu/tahun untuk .com /net/org/biz/info). Nama yang dipilih alangkah baiknya singkat, mudah di ingat, tak ad symbol.
- Setup hosting account

* Email
* DNS/nameserver
* Membuat data base
* CMS

Domain merupakan nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di internet. Nama Domain memberikan kemudahkan pengguna di internet untuk melakukan akses ke server dan mengingat server yang dikunjungi dibandingan harus mengenal deretan nomor atau yang dikenal IP.
Perbedaan Subdomain, Addon Domain, dan Park Domain
Subdomain adalah bagian dari domain utama dan bisa dibuat sebebas mungkin tanpa perlu membeli lagi domain.
Subomain sering digunakan untuk membedakan fungsi atau bagian dari web. Kita ambil contoh saja dari web tokokomputer.com. tokokomputer.com adalah nama domain dan memiliki beberapa subdomain:

* blog. tokokomputer.com, blog adalah subdomain yang gunakan untuk sebagai web blog tokokomputer.com.
* secure. tokokomputer.com, secure merupakah bagian dari domain tokokomputer.com dimana akses ke sana telah diberikan fitur secure (SSL) dan digunakan untuk member area.
* faq. tokokomputer.com, digunakan untuk Frequent Ask Question.

Addon domain adalah domain yang ditambahkan ke hosting domain utama dan diarahkan ke sub-direktori sebuah website sehingga domain tersebut akan menampilkan isi web dari sub-direktori itu.
Addon domain digunakan kalau ingin menampilkan beberapa web dalam satu hosting. Dengan fitur ini anda hanya perlu membeli nama domain lagi dan ditambahkan ke hosting anda dan anda akan mempunyai 2 web yang aktif dengan isi berbeda.
Parked domain adalah domain yang diparkirkan ke atas domain utama sehingga pada saat domain tersebut diakses akan menampilkan web domain utama.
Test Development

1. Setup LAMP (Linier apache MySQLphp) di desktop PC kita
2. Download Joomla di joomla.org
3. Setup Database pada PhpMyAdmin
4. Setup joomla (http://localhost/joomla)
5. Import DB (database)

Hosting terdiri dari dua jenis yaitu :
-Shared hosting, dipakai banyak costumer. Kelemahannya mudah di hack
-Dedicated hosting, lebih private , untuk sendiri/pribadi (usaha skala besar). Kelemahannya lebih mahal.

Rabu, 30 September 2009

CSS

Pengenalan CSS

CSS Merupakan singkatan dari Cascading Style Sheet. Dengan CSS, Anda bisa memisahkan antara desain tampilan website dengan konten/isi website.

HTML/xHTML sebenernya digunakan untuk memberi tahu browser bagaimana sebuah tag HTML ditampilkan di browser. Misalnya saja tag HTML Teks miring, tag tersebut sama artinya dengan “Halo web browser, teks ini tolong dicetak miring”. Dengan begitu, web browser yang Anda gunakan akan menampilkan teks secara miring(italic). Contoh lainnya, tag HTML halo semua, sama artinya dengan “Browser, tolong teks halo,semua ditampilkan dengan cetak tebal” yang selanjutnya web browser akan menampilkannya dengan cetak tebal.

Tapi bagaimana jika Anda ingin menampilkan teks tersebut agar tampil dengan teks yang miring dan bercetak tebal? Jika menggunakan HTML, solusinya adalah menuliskan tag HTML sebagai berikut :

teks ini blod dan italic

Yup, masalah selesai dengan tag tersebut. Tapi bagaimana jika Anda memiliki banyak teks yang harus dicetak tebal sekaligus miring? Apakah dengan menuliskan tag HTML seperti contoh diatas? Bisa saja tapi sangat tidak direkomandasikan dan tidak ada orang yang melakukan hal seperti itu. Selain karena harus mengetikkan berulang-ulang, juga akan memperbesar ukuran file HTML. Solusi untuk permasalahan diatas adalah dengan menggunakan CSS.

CSS sebenarnya berguna untuk memberikan perintah tambahan terhadap web browser agar suatu teks/elemen HTML bisa ditampilkan dengan tampilan tertentu sesuai yang dideskripsikan pada perintah stylesheet. Intinya, CSS berfungsi untuk memberikan style pada suatu tag/elemen HTML.

Ada 3 cara dimana kita bisa meletakkan kode CSS, yaitu:

Internal StyleSheet

Internal StyleSheet adalah sebutan kalau kita meletakkan kode CSS di bagian head sebuah file HTML. Atau dengan kata lain, kita meletakkan kode CSS diantara tag dan tag . Formatnya bisa seperti contoh dibawah:

Dengan meletakkan kode CSS pada bagian head, berarti halaman HTML yang Anda buat akan mengandung kode CSS. Cara ini bagus jika Anda hanya perlu untuk memberikan style pada halaman HTML itu saja. Jika Anda ingin agar tiap halaman HTML memiliki style yang berbeda-beda, Anda bisa menggunakan cara ini.

Inline Style

Inline Style berbeda dengan Internal StyleSheet. Jika Internal StyleSheet berarti Anda meletakkan kode CSS pada file HTML (bagian head), maka Inline Style berarti Anda meletakkan kode CSS pada elemen HTML. Untuk lebih memberikan gambaran seperti apa Inline Style, berikut adalah contoh kodenya:

teks warna merah

Hasil dari kode diatas adalah:

teks warna merah

Seperti yang bisa Anda lihat, disini kode CSS diletakkan langsung pada elemen paragraf (tag

), dengan menambahkan atribut style dan mengetikkan kode CSS. Cara ini bagus jika Anda ingin suatu elemen memiliki tampilan yang berbeda. Misalnya saja Anda ingin ada teks yang berwarna merah dan ada teks yang berwarna biru.

External StyleSheet

External StyleSheet adalah peletakkan kode CSS pada file yang berbeda. Dimana nantinya Anda akan membuat sebuah file khusus yang berekstensi .css dimana nantinya kode-kode CSS akan diletakkan pada file tersebut. Setelah kode CSS diketikkan pada file tersebut, Anda bisa menghubungkan file CSS dengan file HTML yang Anda buat dengan mengetikkan perintah:

Perintah diatas diketikkan pada bagian head. Atau dengan cara kedua seperti berikut ini:

Dengan menggunakan Eksternal StyleSheet, maka file HTML akan terhubung dengan file CSS. Jika Anda perlu untuk mengubah suatu style, cukup dengna mengubah kode CSS pada file .css. Ada beberapa alasan mengapa cara ini dianjurkan:

  • Maintenance kode CSS lebih mudah
  • Mengurangi ukuran file HTML, karena kode CSS diletakkan pada file yang berbeda
  • Dapat menghemat bandwidth

Yang mana yang lebih baik ?

Dengan banyaknya cara untuk meletakkan kode CSS Anda mungkin bertanya cara yang mana yang sebaiknya dipilih? Jawabannya adalah tergantung kebutuhan. Tapi saya sendiri lebih menyukai menggunakan External StyleSheet karena beberapa alasan yang sudah disebutkan tadi.

Bagaimana jika ketiga cara diatas digabungkan?

Jika ketiga cara diatas digabungkan atau jika Anda menggunakan 2 cara, maka web browser akan membuat style baru hasil dari penggabungan style tersebut dengan prioritas pertama ada pada Inline Style, kedua adalah Inline StyleSheet dan terakhir adalah External StyleSheet.

Maksud dari prioritas disini adalah jika pada External StyleSheet anda mengetikkan kode CSS untuk menampilkan teks warna merah, sedangkan di Internal StyleSheet Anda mengetikkan kode CSS untuk menampilkan teks warna biru, maka hasil yang tampil adalah teks warna biru akan prioritas Internal StyleSheet lebih diutamakan daripada External StyleSheet.

Tampilan berbeda di tiap web browser

Semakin Anda mendalami CSS maka Anda akan semakin sadar bahwa setiap browser mempunyai cara berbeda dalam menterjemahkan kode CSS. Inilah yang membuat sedikit kerja keras bagi para web designer untuk membuat tampilan sebuah halaman bisa tampil sama pada browser yang berbeda.

Pada artikel berikutnya saya akan membahas tentang Syntax CSS. Syntax CSS adalah bentuk kode CSS. Untuk mendapatkan update terbaru, jangan lupa untuk berlangganan via feed. Jika ada pertanyaan silahkan ditanyakan via komentar.

http://majalahweb.com/pengenalan-css/

Step 1: writing the HTML

For this tutorial, I suggest you use only the very simplest of tools. E.g., Notepad (under Windows), TextEdit (on the Mac) or KEdit (under KDE) will do fine. Once you understand the principles, you may want to switch to more advanced tools, or even to commercial programs, such as Style Master, Dreamweaver or GoLive. But for your very first CSS style sheet, it is good not to be distracted by too many advanced features.

Don't use a wordprocessor, such as Microsoft Word or OpenOffice. They typically make files that a Web browser cannot read. For HTML and CSS, we want simple, plain text files.

Step 1 is to open your text editor (Notepad, TextEdit, KEdit, or whatever is your favorite), start with an empty window and type the following:

  My first styled page
 
 
  
  • Home page
  •   
  • Musings
  •   
  • My town
  •   
  • Links
  •  

    My first styled page

     

    Welcome to my styled page!

     

    It lacks images, but at least it has style.

    And it has links, even if they don't go
    anywhere…
     

    There should be more here, but I don't know

    what yet.
     
    Made 5 April 2004
      by myself.
     

    (If you are using TextEdit on the Mac, don't forget to tell TextEdit that the text is really plain text, by going to the Format menu and selecting “Make plain text”.)

    The first line of the HTML file above tells the browser which type of HTML this is (DOCTYPE means DOCument TYPE). In this case, it is HTML version 4.01.

    Words within <> are called tags and, as you can see, the document is contained within the and tags. Between and there is room for various kinds of information that is not shown on screen. So far it contains the title of the document, but later we will add the CSS style sheet there, too.

    The is where the actual text of the document goes. In principle, everything in there will be displayed, except for the the text inside , which serves as a comment to ourselves. The browser will ignore it.

    Of the tags in the example,